Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Jumat, 10 Sep 2010 
 Hal. Utama  Peta Situs  Kontak Login  Daftar User
Pilih Bahasa
Cari   
Menu Utama
- Tentang Dinas Kehutanan
- Instansi
- Layanan
- Pejabat
Informasi
- Agenda
- Sorotan Kita
- Info Multimedia
- Artikel
- Arsip
- Data Statistik *New
- Aneka Usaha Hutan *New
- THR Ir. H. Djuanda *New
- Kawasan Konservasi *New
- Satwa yg dilindungi *New
- Perundangan *New
- DAS JAWA BARAT
- Tanaman Obat
- Kayu Perdagangan
- Tanaman Hutan Kota
- Informasi Lelang
Ragam
- Link Terkait
- Galeri Foto
- Polling
- Forum
- Buku Tamu
- Daftar Istilah
- Majalah Surili
Data Statistik
- Bidang Planologi
- Bidang Produksi dan Usaha Kehutanan
- Bidang Konservasi
- Bidang Rehabilitas Hutani dan Lahan
- Umum
- Struktur Organisasi








 Kabupaten Serang
 Kabupaten Pandeglang
 Kabupaten Bogor
 Kabupaten Sukabumi
 Kabupaten Cianjur
 Kabupaten Purwakarta
 Kabupaten Bandung
 Kabupaten Garut
 Kabupaten Ciamis
 Kabupaten Sumedang
 Kabupaten Kuningan

 


TAMAN WISATA ALAM PULAU SANGIANG


KEADAAN FISIK KAWASAN

Luas Dan Letak
Taman wisata Alam (TWA) Pulau Sangiang sebelumnya merupakan Cagar Alam dengan luas 700,35 Ha, kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor :698/Kpts-II/91 tanggal 12-10-1991, kawasan tersebut berubah fungsinya menjadi taman Wisata Alam dengan luas 1.420,35 Ha. Terdiri dati dataran seluas 700,35 Ha dan perairan pantainya yang merupakan Taman Laut seluas 720 Ha.

Terletak di Selat Sunda ± 10 Km dari Pantai Anyer, TWA Pulau Sangiang masuk ke dalam wilayah desa Cikoneng. Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang dan secara Geografis terletak di antara 105049’ – 105052’ Bujur Timur dan 506’ – 508’ Lintang Selatan.

Topografi
Keadaan  topografi kawasan ini bervariasi mulai dari landai , berbukit, agak curam  sampai curam dengan ketinggian tempat 0 – 156 meter di atas permukaan laut.

Iklim
Menurut klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson, iklim di pulau Sangiang termasuk tipe iklim B dengan curah hujan  rata-rata ± 1.840 mm per tahun. Bulan basah terjadi antara bulan Agustus sampai bulan Februari, dan musim kemarau baisanya dimulai pada bulan Maret hingga bulan Juli


Potensi Biotik Kawasan

Flora
Vegetasi kawasan ini tersusun dalam tiga tipe ekosistem yang terdiri atas ekosistem hutan dataran rendah, ekosistem hutan pantai dan ekosistem hutan payau. Disini banyak terdapat sumber air tawar dan bisa ditemukan hampir di semua tempat. Beberapa jenis flora terdapat dalam kawasan ini antara lain Cemara Laut (casuarina equisetifolia), Dadap Laut (Erythrina variegata), Bayur (Pterospermum javanicum), Ketapang (Terminalia catappa), Nyambplung (Callopphyllum inoplhylum), Api-api (Avicenia sp), Waru laut (Hibiscus tiliaceus), Walikukun (actinophora fragrans) dan lain-lain.

Fauna
Fauna di kawasan ini beragama, sebagian telah dilindungi dan mempunyai populasi baik. Jenis satwa yang ada antara lain Lutung (Trchyptus auratus), Kera (Macaca fascicularis), Kuing hutan (Felis bengalensis), Landak (Hystrix brachura), burung walet (collocalia vulvanorum), burung bluwok (Ibis cinereus), Kuntul Berang (Egretta sacra), Kuntul kerbau (Ardeola speciosa), Kuntul besi (Threskiornis aethiopica), Alap-alap (Elanus hypoleucus), Ular Sanca (Phyton reticularis) dan lain-lain.

Potensi Wisata Alam

Daya tarik Obyek
TWA pulau Sangiang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan terutama yang menyukai pada wisata bahari. Keindahan alam dan pantai serta karang yang dihiasi ikan berwarna-warni merupakan obyek wisata utama di kawasn ini , selain itu TWA Pulau Sangiang memiliki potensi flora dan fauna yang beragam dan masih asli, terdapat pula bangunan dan goa-goa peninggalan zaman Jepang yang mempunyai nilai historis.

Kegiatan Wisata Alam yang dapat dilakukan
  1. Wisata Alam : Meliputi lintas alam mendaki gunung, memotret, bersepeda, berkemah dan menikmati panorama alam pantai yang landai maupun pantai yang curam. Lokasi obyek wisata alam ini terletak di Barat, Barat Laut dan sebelah Selatan pulau serta sepanjang pantai Batu Mandi dan sekitar gunung Gede.
  2. Wisata Bahari : Kegiatan ini dapat dilakukan di sekitar perairan laut, antara lain Scuba Diving, Snorkling, menikmati keindagan terumbu karang di taman laut dengan glass bottom boat, memancing dan mungkin cocok bagi wisatawan mancanegara untuk santai berjemur di pantai berpasir. Bagi para penggemar Scuba Diving kegiatan menyelam ini dapat dilakukan di sekitar perairan Tnajung Raden, sedangkan di Legon Waru dapat di lakukan wisata berperahu.
  3. Wisata Budaya : Obyek wisata budaya dapat menjadi pelengkap kunjungan di Pulai Sangiang, setelah melakukak kehiatan wisata alam dan wisata bahari. Bagi wisatawan yang tertarik dengan obyek wisata budaya dan peninggalan sejarah mereka dapat mengamati sisa-sisa perang dunia kedua, yaitu berupa benteng-benteng bekas pertahanan Jepang. Lokasi peninggalan sejarah ini letaknya di sekitar pos TNI Angkatan Laut.
  4. Wisata Ilmiah : Wisata ilmiah di titikberatkan pada kepentingan pendidikan dan penelitian yang meliputi penelitan tentang ekosistem terumbu karang. Ekosistem hutan mangrove dan ekosistem hutan pantai.
  5. Wisata Konvensi : Kegiatan wisata konvensi yang dapat dikembangkan di Pulau Sangiang merupakan salah satu program pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Serang.
Sarana dan Prasarana
Agar wisatawan mendapat kepuasan dalam menikmati keindangan alam di TWA Pulau Sangiang, maka pihak pengelola (PT. Pondok Kalimaya Putih) telah membangun sarana dan prasarana yaitu : pesanggrahan, pos jaga, juga telah menyiapkan alat-alat perlengkapannya.

Aksesibilitas
Untuk mencapai kawasan ini dapat di tempuh rute melalui Serang dengan naik kendaraan roda empat menuju Cilegon, dari Cilegon menuju Anyer sampai Desa Cikoneng (Pantai Manuk), dari Pantai Manuk naik perahu motor nelayan ke Pulau Sangiang dengan lama perjalanan ± 1 jam.

Edit Terakhir : 24-12-2007 09:48:18
 
Website Resmi Dinas Kehutanan Provinsi jawa Barat © 2007                     Powered By Clear Syntax Engine