KEADAAN FISIK KAWASANLuas dan letakKawasan
hutan Cikepuh ditetapkan sebagai suaka margasatwa berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 523/Kpts/Um/10/1973. tanggal
20-10-1973 seluas 8.127 Ha. Kawasan ini berdampingan dengan Cagar Alam
Cibanteng.
Menurut administrasi pemerintahan termasuk dalam dua
wilayah, yaitu : sebelah timur termasuk desa Gunung Batu, dan sebelah
barat termasuk desa Cibenda Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
TopografiKeadaan
topografi di Suaka Margasatwa Cikepuh sebagian besar berbukit-bukit
dengan ketinggian berkisar antara 0-250 meter di atas permukaan laut.
POTENSI BIOTIK KAWASANFloraBerdasarkan
hasil laporan feasibility dari Institut Teknologi Bandung tahun 1975,
vegetasi di kawasan ini dapat dibagi ke dalam bentuk formasi-formasi
seperti Formasi Litoral, Formasi Pescaprea, Formasi Baringtonia,
Formasi Hutan Pantai/Dataran Rendah, Formasi Alluvial, Formasi Padang
Rumput (alam dan buatan), Formasi Hutan Tanaman.
Keadaan tipe
vegetasi kawasan ini termasuk dalam tipe hutan hujan tropis dataran
rendah yang terdiri dari berbagai formasi vegetasi. Dari formasi
litoral dapat ditemukan berbagai macam ganggang laut seperti jenis
Sargassum, Gelidium ,
Halimeda dan lain-lain. Formasi Pescaprae tumbuhannya terdiri dari jenis
ipomoea pescaprate,
Ishaemum muticum,
Spinifex littoralis,
Canavalia sp dan lain-lain. Formasi baringtonia tumbuhannya terdiri dari jenis Nyamplung (
Calophyllum inophyllum), katapang (
Terminalia catappa), Pandan (
Pandanus tectorius), Pandan bidur,
Cycas rumphii,
Sophora tomentosa dan lain-lain.
Dari formasi hutan pantai/dataran rendah terdiri dari jenis pohon Kiara (
Ficus sp), Laban (
Vitex fubescens), Bungur (
Langerstroemi sp), Kepuh
(Sterculia foetida),
Diosphyros sp dan lain-lain. Dari formasi daerah alluvial hanya ditumbuhi sejenis pal, yaitu
Liguanan sp. Dan banyak dijumpai Awi Gereng (
Bambusa spinosa). Dari formasi padang rumput terbagi dalam dua jenis, yaitu padang rumput alam yang banayk ditumbuhi oleh jenis rumput
Polonia ciliata,
Aplenda mutica. Rottboella sp.
Digitarua sp.
Cyperus, dan padang rumput buatan banyak ditumbuhi jenis-jenis
Lantana camara,
Eupathorium odoratum,
Triumfeta bartramia
yang tumbuh secara liar karena padang rumput ini sudah tidak terurus
lagi. Dari formasi hutan tanaman banyak di tumbuhi oleh pohon kelapa (
Cocos nucifera) dan pohon kelapa sawit (
Elaesis gynaensis) yang luasnya ± 180 Ha. Karena daerah ini merupakan bekas daerah perkebunan.
FaunaDari berbagai jenis satwa liar yang dilindungi di Cikepuh, terdapat Penyu hijau (
Chelonia mydas)
yang merupakan salah satu jenis satwa liar yang sudah langka, sehingga
perlu adanya usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup satwa
tersebut. Oleh sebab itu di Suaka Margasatwa ini telah dilaksanakan
usaha-usaha pembinaan populasi penyu, yaitu di daerah Pantai Citireum.
Jenis-jenis satwa liar lainnya yang juga tidak kalah pentingnya untuk tetap dipertahankan kelestariannya adalah Banteng (
Bos javanicus), Rusa (
Cervus timorensis), Kancil (
tragulus javanicus), Babi hutan (
Sus vitatus), Owa (
Hylobates moloch), Kera (
Macaca fascicularis), Lutung (
Trachypitechus auratus), burung Kangkareng (
Anthracoceros convenxus), burung Rangkong (
Buceros rhinoceros), burung Udang (
Alcendinidae sp), burung kuntul Karang (
Egreta sacra), burung Bangau Putih Susu (
Nycteria cinerea), burung Merak (
Pavo muticus), burung Elang (
Spilornis cheela bido), biawak (
Varanus salvator) dan ular Beusi (
Kenocropis cellator).
Potensi lainnyaSelain
dari berbagai jenis flora dan fauna yang beraneka ragam di suaka
Margasatwa Cikepuh dapat juga ditemukan jenis-jenis batuan yang
bentuknya sangat menarik, baik yang membentuk seperti lantai maupun
membukit. Potensi lainnya di Suaka Margasatwa Cikepuh adalah adanya
obyek wisata alam yang menarik karena kawasan ini terletak disepanjang
Samudera Indonesia sehingga mempunyai banyak pantai yang menarik. Di
pantai dapat di saksikan berbagai jenis rumput laut. Pada malam harinya
di pantai Citireum dan pantai Cibulakan dapat menyaksikan penyu-penyu
yang naik ke darat untuk bertelur dan dapat di dekati tanpa
mengganggunya.
AKSESIBILITASUntuk menuju lokasi ini dapat di tempuh melalui dua jalur perhubungan antara lain :
- Melalui jalur darat
- Sukabumi – Surade – Ciracap – Gunung Batu – Cijaringao dengan jarak sejauh ± 150 Km.
- Sukabumi – Surade – Cikarang – Pengumbahan, selanjtunya menyusuri pantai dengan berjalan kaki sampai lokasi.
- Melalui jalan laut : Pelabuhan Ratu – Cikadal – Cikepuh, dengan lama pelayaran ± 2,5 jam (apabila cuaca baik).